Showing posts with label Usulan. Show all posts
Showing posts with label Usulan. Show all posts

Lagu Happy Birthday Terindah

Masih ingat ribut-ribut soal lagu Rasa Sayange yang di klaim Malaysia itu? Kita kebakaran Jenggot tidak percaya diri dan  setengah mati berteriak bahwa lagu itu milik kita. Kenapa harus teriak-teriak, padahal orang tak akan mempedulikannya. Dilain pihak kita ambil contoh barongsay yang kini dimainkan di seluruh dunia. Kalaupun ada (negeri lain selain China) yang mengklaim itu miliknya tak akan ada yang percaya dan mempedulikannya karena semua orang tahu barongsay berasal dari negeri China! Kenapa bisa begitu? Tentu saja karena barongsay paling banyak dan paling sering dimainkan di negeri naga itu. Tanpa klaim-klaiman pun orang pasti berasosiasi dimana ia sering dimainkan dan digunakan, disitulah pemiliknya. Bukankah jika anda selalu menggunakan sepeda hitam butut setiap saat meskipun ternyata pinjaman, orang yang tidak tahu akan mengira itu milik anda?

Jadi, kesimpulannya sederhana!
Kalau mau semua orang tahu lagu Rasa Sayange itu milik kita, maka sering-seringlah menyanyikannnya, dimanapun dan kapanpun!

Karena itu saya mengusulkan dan mengajak ayo kita jadikan lagu Rasa Sayange sebagai lagu ulang tahun! Tentu saja syairnya kita rubah sesuai pesan dan makna ulang tahun. Bayangkan, setiap hari tentu akan banyak yang menyanyikannya.

Dibandingkan dengan berbagai lagu happy birthday yang sudah lawas itu, lagu Rasa Sayange memiliki beberapa keunggulan:
  1. Iramanya bersemangat memberikan spirit dan energy positif bagi yang berulang tahun.
  2. Enak didengar bagi kebayakan telinga, cukup melodious.
  3. Sederhana sehingga mudah dinyanyikan oleh siapa saja, segala usia.
  4. Mudah diiringi dengan alat musik bahkan oleh pemula sekalipun karena chord-nya sederhana meski hanya bermodal "rumus 3 kunci" (C-G-F)
  5. Semua bisa mengiringinya meski dengan alat apa saja, termasuk tepuk tangan.
  6. Mudah menyanyikannya dengan suara 2, 3 bahkan 4.
  7. Baitnya bersifat Pantun sehingga merangsang orang untuk berkreasi mengarang ucapan selamat, doa dan harapan bagi yang berulang tahun dan akan di"Amin"i oleh yang lain dengan menyanyikan Reffrain-nya.
  8. Setiap orang bisa menyiapkan ucapan selamatnya berupa pantun dan menyanyikannya pada bagian bait.
  9. Muncul tradisi baru memberi hadiah doa dan pengharapan (berupa pantun), meski tak bisa memberi harta! Makin bermakna (tidak harus selalu indah, lucu juga bagus, salahpun oke!) isi pantunnya tentu makin bernilai hadiah itu.
  10. Jadikan tradisi ini mendunia, karena setiap bangsa akan menterjemahkan dan membuat pantunya sesuai bahsa masing-masing.
Bayangkanlah, kini setiap kali akan pergi ke acara ulang tahun anda tak perlu pusing jika belum mendapatkan hadiah istimewa bagi yang berulang tahun, siapkan saja doa yang indah dalam bentuk pantun karena doa anda itu akan dikumandangkan oleh seluruh tamu. Ini akan menjadi kekuatan berjamaah, berjemaat dan universal. Rahasia dari "The Law of Attraction" akan bekerja dan doa anda akan terwujud! (The Secret, by Rhonda Byrne).

Bayangkanlah, kini setiap akan menghadiri acara ulang tahun akan muncul percakapan seperti ini:
A: "Apakah hadiah untuk Bejo sudah kamu persiapkan?"
B:"Aduh, belum! bantuin dong?"
A:"Ok, mari kita bikin sama-sama. Apa ya harapan kita bagi si Bejo itu?"
B:"Aku berharap dia bisa lebih ramah, gitu!"
A:"Ok, kita bikin pantunya agar dia lebih ramah!"

Apapun hasil pantunnya, jelas ada kesungguhan yang lebih, dalam mendoakan dan pengharapan lebih baik bagi yang berulang tahun. Anda kan tidak datang hanya untuk menghabisi hidangan disana, bukan...????

Berikut usulan saya tentang lagu Selamat Ulang Tahun Sayange, untuk si Bejo temanku.

Intro Solo: 
1  7    6  6  5  4    3    5 ...  1  3   2   2 .......      1...      7..  1..  1.......    5!
Se     lamat Ulang Tahun     Rasa Sayang.... (mas/mbak) Be   jo   oooo      hey!

Reffrain: (not spt biasa)
Rasa sayang hey rasa sayang sayang hey, Selamat Ulang Tahun (mas/mbak) Bejo sayange
Rasa sayang hey rasa sayang sayang hey, Semoga Panjang Umur (mas/mbak) Bejo sayange

Bait/Pantun: (sesuai doa dan harapan saya bagi si Bejo, not seperti biasa)
Ada kancil menjadi raja
Ada musang berbulu domba
Dari kecil hingga dewasa
Jadi orang berhati mulia

Kembali Ke Reffrain

Bait/Pantun: (ganti orang lain, si B dengan harapannya terhadap Bejo)
Ada p'rahu di tepi pantai
Naikkan kaki agar tak basah
Kar'na kamu suka bersantai
baiknya jadi orang yang ramah

Kembali ke Reffrain, dst,dst!

Catatan: 
1 (do tebal miring) = do tinggi
7 (si tebal) = si rendah.
.....(titik-titik) = nada panjang
! (tanda seru) = berhenti tiba-tiba.

Oke? Anda tentu dengan mudah bisa menyanyikannya!
Nah, daripada ribut soal klaim-mengklaim mari kita nyanyikan saja terus, kapanpun dan dimanapun! 
Selamat Mencoba.

Salam S.O.B.A.T

Perlukah PKL Dibina

Mumpung Belum Mulai
CURI START !!

Opportunity X
Akan Hadir Januari 2009

Mulai Bangun Downline Anda di Opportunity X Sebelum Diluncurkan, Sebelum Orang Lain Melakukannya.

Klik Disini.

Kapan Lagi Bisa Ada di Atas


Baru-baru ini saya diminta oleh sebuah instansi untuk memberikan pelatihan membangun kepercayaan diri dan motivasi kepada para Pedagang Kaki Lima atau sering disingkat dengan PKL. Buat saya yang banyak bergelut dekat dengan dunia mereka kesempatan seperti ini ibarat pulang kampung berjumpa dengan teman lama. Jadi, tentu saja saya antusias.

Tetapi ada pertanyaan menggelitik yang sebenarnya agak mengganjal mengenai materi yang harus saya bawakan. Soal membangun kepercayaan diri tak jadi masalah. Perkara membangun motivasi dan sebutanPKL itulah yang menggelitik. Betapa Tidak!

Buat anda yang mengenal dekat kehidupan mereka tentu paham betul bagaimana perjuangan hidup keseharian mereka untuk memperoleh sesuap nasi. Benar-benar sesuap nasi untuk mengisi perut anak istri mereka! Bukan mengejar 'sesuap nasi dan tiga mercy' karena anda diet. Apalagi ketika masa sulit ekonomi kita yang berkepanjangan diterjang pula oleh badai krisis keuangan global. Mereka benarbenar pontang-panting mengejar butiran-butiran karbohidrat itu.

Nah, dalam soal susah hidup bagi kaum pedagang gurem itu motivasi tak perlu dibangun, dirangsang ataupun dipacu oleh ceramah para ahli dan konsultan! Buat mereka, motivasi untuk bekerja keras sudah didorong dan dipaksa oleh rasa lapar dan perut yang keroncongan musti diisi. Ibarat anda tiba-tiba bertemu dengan seekor singa, anda pasti memiliki motivasi tinggi, bahkan tinggi sekali, untuk berlari kencang menyelamatkan diri. 

Berbeda halnya dengan keadaan dimana anda hidup nyaman, perut kenyang agak buncit dan aman tak ada singa atau ancaman lain. Disini anda perlu membangun motivasi diri untuk mau berlari (tak perlu kencang-kencang amat) demi menurunkan berat badan dan perut buncit anda.

Jadi, urusan motivasi kerja, bahkan kerja keras sekali, tak perlulah saya ajarkan kepada mereka. Malah mungkin lebih tepat saya yang harus belajar dari mereka. Dan itulah yang menjadi ketetapan hati saya. Saya datang dan banyak bertanya, dan mereka begitu antusias menceritakan bagaimana berjuang untuk hidup keseharian mereka. Masalahnya justru terletak pada pilihan dalam menggunakan motivasi untuk hal yang benar. 

Kita semua paham kalau kemiskinan itu dekat dengan setan, apalagi perut yang lapar. Ketiadaan pekerjaan untuk mengais nafkah secara baik-baik sering menjerat kaum susah hidup ini melakukan apa saja termasuk yang melanggar hukum sekalipun. Karena itu topik bahasan kemudian saya titik beratkan kepada pengembangan pilihan untuk membuka peluang baru mencari nafkah secara benar. Dan bukan main! ternyata mereka sangat jeli dan kreatif melihat celah sekecil apapun untuk bisa dijadikan lahan mencarai nafkah. Pesan saya kepada para penguasa dan pengambil policy hanya satu: Kalau anda sedikit saja salah atau ada celah dalam menetapkan kebijakan, jangan salahkan mereka jika celah itu akan dimanfaatkan secepatnya!
Nah, sekarang soal pembinaan terhadap PKL itu sendiri. Saya sungguh tergelitik dan bertanya-tanya: adakah mereka perlu dibina?

Kita tentu mafhum kalau Kaki Lima alias trotoar itu diperuntukkan bagi pejalan kaki, bukan tempat untuk berdagang. Karena itu jangan heran kalau lapak para PKL sering diobrak-abrik oleh petugas ketertiban karena dinilai melanggar peraturan. Tentu anda tahu maksud saya sekarang, yakni sementara intansi yang satu mengusirnya ada instansi yang lain membinanya. Kalau PKL itu sesuatu yang diharamkan secara hukum, mestinya ya dibinasakan saja! titik.
Karena itu saya mengaiak teman-teman pedagang gurem tadi untuk ganti nama dan jangan mau disebut PKL dan Kaki Lima Bukan tempat anda berdagang! Yang harus diperjuangkan adalah area di belakang kaki lima itu sebagai tempat berdagang. Pemerintah hendaknya menyediakan lahan khusus di belakang kaki lima itu untuk para pedagang gurem ini.

Jadi, saya usulkan nama PBKL alias Pedagang Belakang kaki Lima!

Nama ini penting lho, agar tidak digusur dan dipindahkan ke tempat Jin Buang Anak! Mereka harus tetap berada di BKL!

Salam S.O.B.A.T