Showing posts with label Motivational. Show all posts
Showing posts with label Motivational. Show all posts

Menggali Potensi Diri Pengusaha dan Pengrajin Mebel

Setiap jaman punya masa sulitnya masing-masing. Kalau saat sekarang saja kita masih belum bisa bangkit  dari keterpurukan ekonomi akibat krisis 10 tahun yang lalu dan ini dilanda pula oleh imbasnya krisis ekonomi yang melanda dunia, masihkah kita bisa tetap bersemangat dan otimistis akan hidup atau bahkan berkembang lebih baik? Begitu banyak hal-hal sulit dan bertambah sulit rasanya hanya sekadar bertahan!

Tapi haruskah kita mengeluh? Mungkin, tapiapa gunanya?
Karena setia jaman, setiap manusia punya masa sulitnya! Dan tahukah anda bahwa setiap masa sulit selalu menghasilkan orang-orang sukses? Bukankahorang-orang hebat selalu dilahirkan dari masa sulit, dan manusia selalu survive setiap menghadapi masa sulit (kecuali mereka yg "memilih" menjadi korban keadaan). Kalau tidak, tentu anda dan saya tidak akan ada disini!

Nah kalau demikian, keadaan sulit itu bencana atau berkah?

Slides presentasi berikut mengulas rahasia dan cara jitu menghadapai krisis atau masa sulit (secara ekonomi), yang telah mampu melahirkan orang-orang sukses dan membuat dunia kian maju!


Salah satu rahasia yang dibahas disana adalah menjadi kreatif dengan menemukan peluang dari kesulitan itu. Berbekal konsep kearifan bangsa Tioghoa kuno, Weiji, peserta diajak melihat kemungkinan meraih keuntungan dari apa yang biasa dilihat sebagai malapetaka, krisis atau kesulitan. Diskusi ini juga dilengkapi dengan tayangan video sebagai ilustrasi terhadap masalah itu.

Selain itu juga diungkapkan rahasia besar bagaimana menjadi kreatif tanpa perlu menciptakan sesuatu sama sekali. Banyak orang yang telah sukses menggnakan cara ini dan semua orang menyebut mereka sebagai orang yang "kreatif" padahal mereka tidak mencipta sama sekali. Lho, kok bisa? 

Ikuti sendiri trainingnya dan anda akan segera menjadi orang kreatif (dan meraih untung) meski tidak memiliki bakat kreatif sejak dulu atau anda merasa hanya sebagai orang biasa saja.

Lho, kan ada lagunya: "Mulanya biasa saja, akhirnya ...... juga". 
Titik-titiknya diisi sendiri ya, tapi yang kreatif lho?
Kalau anda mau berpikir dengan cara yang diajarkan di pelatihan ini, anda akan medapatkan kebahagiaan hanya dengan menngisi titik-titik itu.
Anda bisa senyum sendiri, Percaya deh!



Strive Do The Best

Presentasi ini memang hanya terdiri atas 5 slides (diluar judul) dan terlihat sedikit, tetapi jangan meremehkannya karena setiap slide mengandung syarat konsep dan pemahaman. Rata-rata setiap slide memerlukan waktu pembahasan lebih dari 2 jam sehingga pelatihan Strive Do The Best ini memakan waktu satu setengah hari hingga dua hari.

Lihatlah slide 1, di dalamnya mengandung 3 konsep pemikiran yang diramu dalam Exta Miles Thinking. Pertama soal perjuangan tanpa kenal menyerah yang diilustrasikan dalam The Marathon Man, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai konsep AKU = Ambisi, Kemampuan dan Usaha. Terakhir fasilitator mengajak peserta untuk berdiskusi tentang sebuah rahasia sukses yakni Menetapkan Tujuan Yang Tak Pernah Gagal. Dalam konsep ini bahkan Tuhan pun tidak turut campur dalam menentukan keberhasilan Tujuan itu, semuanya hanya ada anda sendiri. (Catatan: Konsep itu sama sekali tidak merendahkan atau meniadakan Tuhan, tetapi sebaliknya justru meninggikan dan memuliakan Tuhan YME!. Penasaran, kan?)




Pada slide 2 dibahas secara mendalam Cara cepat untuk sukses berkarir. Ini bukan berarti jalan pintas, sama sekali tidak, tetapi menyangkut sikap untuk berani bekerja sebagai pionir, pembuka jalan, bahkan di tempat-tempat kerja yang masih berantakan dan tanpa sistem yang memadai Messy). Peserta akan di berikan berbagai contoh cara sukses seperti ini dan juga dengan memberikan contoh dari orang-orang di sekitar mereka. Tak perlu contoh dari orang-orang "jauh" yang tidak mereka kenal! Disamping itu diberikan juga ilustrasi tentang kasus para calon Doktor yang belajar di Luar Negeri dan enggan pulang ke Tanah Air. Kasus ini bisa hangat dan seru dalam diskusinya. Fasilitator harus piawai dalam mengendalikan kelas agar waktu dan fokus insight tetap pada jalurnya.

Pada slide 3 dibahas rahasia penciptaan mukjizat jaman sekarang oleh manusia biasa, seperti anda dan saya, bukan oleh para nabi! Konsep sinergi sebagai buah dari pembentukan solusi ke 3 serta ilustrasi kisah tiga pemulung yang memunculkan pertentangan nilai dalam diskusi yang menyentakkan batin akan menjadi jelas dan sejuk kembali saat menerawang 3 nilai dasar yang menjadi tumpuan penciptaan mukjizat itu.

Pada slide4 dibahas tentang keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh setiap individu agar dapat menciptakan mukjizat. Salah satu rumusan sederhananya adalah memanfaatkan kemampuan mengelola perbedaan untuk menghasilan solusi ke 3 dan berbekal 3 nilai dasar yang telah dibahas sebelumnya, peserta dilatih mengeksekusi melalui kerjasama. Paradigma yang mendasar dan harus dianut adalah bahwa PERBEDAAN Tidak Untuk diakui dan dihargai sebagaimana banyak dianut dan terdengar dalam kehidupan masyarakat kita pasca reformasi yakni BERBEDA ITU BOLEH!

Jargon dan slogan yang sering terdengar "Hargailah perbedaan", "Kita Boleh Berbeda Pendapat" dan sejenisnya itu tidak akan menghasilkan mukjizat yang sebenarnya disediakan oleh Tuhan untuk kita wujudkan. (Kalau anda penasaran, silakan kasih komentar di bawah posting ini, untuk kita diskusikan)

Slide ini bisa dibahas menjadi sangat panjang manakala fasilitator harus terpaksa perlu menjelaskan tentang implikasi perubahan ekonomi era industrial ke era informasi yang berdampak nyata pada perbedaan pengelolaan dan sistem organisasi kerja. 

Slide 4 tersebut ditutup dengan mengungkap 6 rahasia semua orang bisa hebat - SOBAT - yang bisa anda pelajari dalam bukunya atau sekadar mengintip di blog semua-hebat.blogspot.com.

Slide terakhir membahas secara panjang lebar tentang derajat kohesif atau keeratan hubungan dalam tim atau kebersamaan, dimulai dari tim yang hanya terikat oleh ruang ( Unity of Space) hingga keeratan yang begitu kuat dalam Unity Of Spirit  yang membuat Amrozi dan kawan-kawan rela mati untuk sebuah keyakinan, meski keliru sekalipun!