Workload Analysis: a New Approach.

Dalam banyak kesempatan sering kita mendengar keluhan dari rekan kerja soal beban kerja yang tidak merata, yang menggerutu merasa beban kerjanya lebih berat dibandingkan dengan rekan lainnya. Dia merasa sering kehabisan waktu menghadapi pekerjaan yang menumpuk hingga harus pulang lebih larut atau membawa pulang pekerjan rumah, sementara orang lain dilihatnya bisa pulang sesuai jam kerja dengan santai. Tidak heran jika terlontar joke di kalangan para pekerja atau karyawan "Little-little to me, salary not up-up!"



Sesungguhnya pandangan terhadap beban kerja yang tidak merata itu adalah warisan konsep era industrial dimana pekerja diberi imbalan berdasarkan deskripsi pekerjaan atau job description dan diberi bobot dan pangkat kemudian nilai imbalan tertentu. Dalam konsep itu pekerja adalah bagian dari mata rantai proses untuk menghasilkan produk (termasuk jasa) yang standar. Karena itu imbalan yang diberikanpun berdasarkan standar upah yang berlaku ama untuk sekelompok orang dengan pangkat yang sama. 

Era industrial dengan sistem dan prosedur operasi yang standar untuk menghasilkan produk massal yang standar memang memungkinkan hal seperti itu dilakukan dan perhitungan beban kerjapun hanyalah fungsi  dari jumlah Tenaga Kerja (fisik) dan waktu standar penyelesaian suatu tugas (task) - membentuk kapasitas -  versus volume tugas yang harus diselesaikan dalam periode waktu tertentu. 

Pada kenyataannya, wilayah-wilayah kerja yang memiliki variasi pekerjaan tidak menentu (tidak standar) sering menimbulkan keluhan diatas. Dan di era informasi dimana produk standar sudah sulit diterima konsumen karena persaingan yang semakin ketat pekerja sudah tak cukup hanya bekerja berpatokan job desription. Pekerjaan yang dihadapi sering harus melampaui standar kerja demi mengejar kepuasan pelanggan, atau bisa diterima oleh kastamer.

Nah, urusan beban kerja bukanlah fungsi perhitungan ala tradisional itu lagi melainkan harus dilihat dengan cara pandang yang berbeda sesuai paradigma era informasi. Dalam slides pelatihan ini dipaparkan dengan jelas paradigma volume base versus customer value base.

Belum lagi pelibatan masalah beban kerja mental (Mental Workload) yang semakin menekan di era yang penuh persaingan ini. Bukankah semakin banyak orang yang menderita stress di dunia yang sebenarnya lebih maju dibandingkan jaman era indstrial? Yang jelas sudah tidak ada pegawai yang mempunyai 'luxury' tidur siang dengan teratur seperti jaman ayah-kakek kita meski memiliki mobil dan rumah yang lebih bagus serta makan yang lebih enak!

Dengan pola yang baru itu tidak akan terdengar keluhan "Little-little to me, salary not up-up!"

Selamat mempelajarinya!
Salam Sobat

No comments:

Post a Comment

Silakan menuliskan komentar anda di kolom yang tersedia dibawah ini